BELUM DAPAT TIKET WISATA BUAT LIBURAN? BURUAN, LAGI DISKON! MAU DONG

Wisata Alam di Bukittinggi

05 Januari 2016

Bukit Tinggi, kota budaya yang memegang peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, juga pernah menjadi ibukota negara sementara setelah Belanda menduduki ibukota Jogjakarta di tahun 1948. Dapat ditempuh selama kurang lebih dua jam dari Padang, Bukittinggi yang dikelilingi alam yang indah ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang melimpah.

Menuju Bukittinggi

Cara paling mudah menuju Bukittinggi adalah dengan menyewa mobil dari Padang, karena selain lebih cepat, kamu juga bisa berhenti di beberapa tempat karena cukup banyak tempat wisata menarik yang terletak sepanjang perjalanan dari Padang ke Bukittinggi.

Namun demikian, apabila pilihan kamu adalah transportasi umum, dari Padang terdapat kendaraan umum berupa bis kecil dengan rute ke Bukittinggi dalam waktu dua jam. Dari Bandara Internasional Minangkabau ada beberapa mobil plat hitam yang bisa membawa kamu ke Bukittinggi dengan tarif antara Rp 40 - Rp 60 ribu per orang. Mobil akan jalan jika penumpang sudah penuh.

 

Air Terjun Lembah Anai

Terletak sekitar 25 kilometer dari Padang, di tepi kiri jalan kamu akan menemukan sebuah air terjun yang lumayan besar, Air Terjun Lembah Anai, begitu nama air terjun yang gemuruhnya terdengar jelas dari Jalan Raya Padang - Bukittinggi. Kamu bisa berhenti sejenak disini untuk duduk di atas batu sambil menjulurkan kaki ke dalam dinginnya air sungai pegunungan. Lembah Anai sendiri merupakan kawasan hutan cagar alam, dan di tempat ini terdapat rel kereta bergigi yang pernah digunakan sebagai rute kereta api uap wisata.

 

Songket Pandai Sikek

Tak jauh dari Lembah Anai, di daerah Padang Panjang terdapat Desa Pandai Sikek, tepatnya di Kecamatan Sepulu Koto, Kabupaten Tanah Datar. Desa ini merupakan desa penghasil songket yang terkenal, dengan beberapa jenis, yaitu benang satu (Tuhuak Ciek), dua (Tuhuak Duo), empat (Tuhuak Ampek), dan enam (Tuhuak Anam). Jenis benang ini akan menentukan harganya. Benang satu jauh lebih mahal dibandingkan dengan benang dua dan empat karena waktu yang diperlukan untuk menenunnya lebih lama dan membutuhkan ketelitian tinggi.

 

Istana Basa Pagaruyung


istana basa pagaruyungMasih di Kabupaten Tanah Datar, terletak Istana Basa Pagaruyung. Terletak sekitar tiga kilometer dari pusat kota Batusangkar, istana yang sempat terbakar di tahun 2007 ini telah direstorasi dan pada 2013 dibuka kembali yang merupakan replika dari istana kerajaan Pagaruyung yang berdiri tahun 1347 di Bukit Batu Patah. Istana megah dengan arsitektur khas Minangkabau dengan atap ijuknya ini menyimpan benda-benda bersejarah Kerajaan Pagaruyung dan adat Minangkabau. Jangan lewatkan berfoto di depan Istana Basa Pagaruyung ini ya.

 

Ada apa di Bukittinggi

Pasar Ateh

Pergilah ke Pasar Ateh (Pasar Atas) yang terletak tak jauh dari Jam Gadang, dan temukan banyak makanan lezat dan murah di sana. Disebut Pasar Ateh karena lokasinya yang ditempuh dengan naik tangga dari Pasar Bawah. Di sini terdapat RM Simpang Raya yang menawarkan roti goreng talua alias roti goreng telur dengan segelas teh talua. Di Pasar Ateh ini juga dipenuhi pedagang makanan yang murah meriah, seperti katupek gulai paku hingga pisang dan talas goreng.

 

Danau Maninjau

Danau Maninjau dapat dicapai melalui kelok 44 (dibaca: Kelok Ampek-ampek) dari Bukittinggi. Tempat stop paling bagus adalah di kelok 34 dimana terdapat warung kopi tempat pemberhentian untuk menikmati pemandangan Danau Maninjau sambil meminum minuman hangat. Cicipi juga makanan khas setempat yaitu ikan masak pangek dan ikan bilis.

 

Menyusuri Ngarai Sianok

Lobang JepangLembah curam ini berkelok-kelok sedalam 100 meter dan sepanjang 15 kilometer, serta dapat dinikmati pemandangannya dari Taman Panorama dengan tiket masuk Rp 5,000 per orang. Di dasar ngarai terdapat gua peninggalan Jepang yang dibangun secara paksa pada tahun 1942. Di dalam lorong yang disebut juga dengan Lobang Jepang ini,  terdapat 21 ruangan yang berfungsi sebagai markas militer. Gua sepanjang 1,47 km ini memiliki ruang tentara, ruang rapat, dapur, penjara, sampai ruang penyiksaan.

 

Menjelajahi The Great Wall

Janjang Koto GadangTerinsipirasi dari The Great Wall di China, Janjang Koto Gadang dibangun dengan mengikuti kontor tanahnya sehingga meliuk naik-turun bukit. Jembatan sepanjang 1,7 kilometer ini berlokasi di Koto Gadang, dan dapat kamu kunjungi selepas menyusuri Lobang Jepang di Ngarai Sianok. Untuk menyusuri jembatan sepanjang 1,7 kilometer ini dibutuhkan nyali yang cukup besar karena jalannya yang naik turun, jembatan gantung dengan ketinggian sekitar 100 meter, dan anak tangga yang curam. Namun pemandangan dari Janjang Koto Gadang ini sangat menakjubkan.

 

Bahasa Minang sehari-hari:

  • Apa kabar? Apo kaba / baa kaba?
  • Berapa harganya? Bara harganyo?
  • Tambah satu lagi tambuah ciek

Jadi, kapan ke Bukittinggi?

 




{
% comment %}